Bersamaan dengan tebing yang luruh,
Jaringan-jaringan ikutnya luruh
Bersamaan dengan bangunan luruh,
Lapisan-lapisan ikutnya luruh.
Getar derak panjang di kaki
Bawa rekah pada pertiwi
Gelegar tak sebatas pada bumi
Batinku berkata, ia juga pada rahim ini
Ceruk terbentuk dari yang telah luruh
Ketika banjir sudah semata kaki
Ada yang mengalir dari yang ada di antara kaki
Kuminta jeda, tunggulah bumi tentram
Yang rekah tak kenal waktu, tuturnya
Meski dunia runtuh, tak tunggu sedia
Oleh Yuviniar Ekawati, penulis adalah lulusan kejurnalistikan dan seorang penulis lepas pada beberapa media massa yang memiliki fokus pada isu gender dan anak.

0 comments on “Luruh”