Buka Cerita

Bloom Into You: Menemukan Jati Diri dan Cinta

Cinta pertama adalah titik awal perjalanan seorang individu dalam cinta dan hubungan. Sebagian besar orang mengalami cinta pertama dalam masa mudanya. Tetapi, cinta pertama tidak selalu berjalan mulus. Sering kali, cinta yang baru pertama tumbuh dalam hati seseorang itu justru membuatnya dipenuhi keraguan dan kecemasan—baik tentang cinta itu sendiri, maupun tentang jati diri mereka.

Bloom Into You, komik karya Nio Nakatani yang telah diadaptasi menjadi seri animasi di Netflix dengan judul sama, menceritakan kisah tentang dua gadis SMA yang mencoba memahami perasaan yang asing bagi mereka. Dalam upaya mereka untuk mendefinisikan cinta, kedua gadis tersebut juga harus berhadapan dengan masa lalu dan menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya.
Tokoh utama dari kisah ini adalah Yuu Koito, yang baru masuk SMA. Ketika seorang teman SMP menyatakan cinta pada Yuu, Yuu menolaknya karena tidak tahu perasaannya sendiri. Yuu belum pernah jatuh cinta, dan tidak mengerti bagaimana perasaan cinta itu.

Yuu merasakan adanya kemiripan antara dia dan seniornya yang populer, tetapi selalu menolak pernyataan cinta, Touko Nanami. Hal ini membuat mereka jadi dekat. Namun, tiba-tiba Touko menyatakan cinta pada Yuu. Melihat Yuu kebingungan meresponnya, Touko berkata ia justru lebih senang kalau Yuu tidak membalas perasaannya.

Kemudian Touko merekrut Yuu untuk membantunya dalam pemilihan ketua OSIS—meski ini tidak disambut ramah oleh sahabat Touko, Sayaka Saeki, yang diam-diam mencintai Touko. Pada akhirnya, Touko jadi ketua OSIS dan Yuu juga bergabung dengan OSIS. Dalam kegiatan OSIS tersebut, Yuu menyadari bahwa Touko tengah berusaha melanjutkan jejak kakak perempuannya yang sudah meninggal. Yuu berpikir ia harus mengubah jalan pikir Touko dan menyadarkannya bahwa ia hanya perlu hidup sebagai dirinya sendiri.
Hubungan Yuu dan Touko jadi semakin dekat, tetapi juga membingungkan. Yuu merasa ia yang paling memahami Touko, dan berusaha untuk membantunya dengan caranya sendiri. Dalam proses tersebut, Yuu jadi sulit menolak permintaan-permintaan Touko. Meski mereka tidak dalam hubungan, Yuu dan Touko bersikap dan memperlakukan satu sama lain seperti kekasih ketika sedang berdua saja. Ini membuat Yuu semakin bingung tentang ‘cinta’ dan juga perasaannya terhadap Touko.

Sementara itu, Sayaka, yang sudah lebih lama berada di sisi Touko, jelas menyadari hubungan Touko dan Yuu yang tidak biasa. Namun, karena trauma masa lalu di mana Sayaka ditinggalkan mantan kekasihnya dengan pernyataan ‘hubungan romantis sesama jenis sulit dipertahankan’, Sayaka juga tidak dapat bertindak apa-apa dan memutuskan untuk memendam perasaannya.

Dengan ‘mendefinisikan cinta dan mencari jati diri’ sebagai tema sentral Bloom Into You, ada beberapa masalah yang dapat kita temukan di dunia nyata. Bagaimana Yuu kebingungan dalam mengidentifikasikan perasaan ‘cinta’ adalah hal yang pasti pernah dialami semua orang, terutama pada masa sekolah.

Kemudian ada Touko yang diam-diam menyimpan rasa takut dan ragu akan jati dirinya sendiri karena ia kerap berusaha keras ‘mengisi’ posisi dan peran mendiang kakaknya. Belakangan, Touko sadar bahwa kakaknya juga tidak sempurna. Hal itu semakin membuat Touko bingung akan jati dirinya sendiri.

Lalu juga ada kegundahan dan trauma yang dialami Sayaka. Sebagai lesbian muda, Sayaka tidak yakin bahwa hubungan romantis sesama jenis itu mungkin dijalani dan dipertahankan. Meskipun sering cemburu terhadap Yuu, Sayaka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ia takut akan merusak persahabatannya dengan Touko.

Seiring cerita berjalan, para gadis SMA ini menemukan jawaban dan jalan keluar dari apa yang mengusik hati dan pikiran mereka. Yuu yang pada akhirnya bisa menyadari dan juga mengakui cintanya terhadap Touko; Touko yang perlahan menerima bahwa ia adalah dirinya sendiri, dan bukan kakaknya; serta Sayaka yang akhirnya berdamai dengan masa lalu dan berani melangkah maju. Tiga individu berbeda dengan tiga masalah yang berbeda, namun ada kesamaan dari cara mereka menemukan jalan keluar: yaitu dengan membuka diri.

Yuu akhirnya bisa mengerti perasaannya terhadap Touko, setelah menerima berbagai masukan dari orang sekitarnya; seperti kakaknya, Rei Koito, dan kedua sahabatnya, Koyomi dan Akari. Touko mulai bisa memisahkan diri dari ‘identitas’ mendiang kakaknya berkat dorongan dari Yuu, dan mendapat keberanian untuk membicarakan hal tersebut pada orang tuanya. Touko juga mulai menekuni seni peran—sesuatu yang tidak pernah dijalani mendiang kakaknya sebelumnya. Lalu ada Sayaka yang mendapatkan saran dan semangat dari manajer kafe langganannya, yang ternyata sudah lama menjalin hubungan sesama jenis dengan guru di sekolahnya.

Suatu hal yang wajar bagi semua orang untuk merasa bingung dan tersesat, terutama saat masih berada di bangku sekolah. Sering kali, kita memendam perasaan-perasaan itu dan mengambil kesimpulan sendiri. Namun, ketika kita sadar bahwa kita juga harus membuka diri dan meminta bantuan pada orang sekitar kita, memecahkan masalah-masalah itu jadi terasa lebih mudah.

Saya mengikuti jalan cerita Bloom Into You sejak perilisan pertamanya hingga tamat di volume 8. Dari sekian banyak komik dan serial animasi seputar LGBTQ+, bisa dibilang Bloom Into You adalah salah satu favorit saya. Saya menemukan perjalanan emosional yang dilalui tokoh-tokohnya sebagai sesuatu yang bisa saya hubungkan dengan pengalaman dan perasaan saya sendiri. Seperti kebencian Touko pada dirinya sendiri menghalanginya menerima cinta dari orang lain, juga keraguan dan kecemasan yang dirasakan Sayaka tentang orientasi seksualnya.

Namun, saya juga tidak menyangkal adanya beberapa poin dalam cerita yang menurut saya kurang. Seperti bagaimana Touko tahu Yuu tidak akan menolak permintaannya, dan ia memanfaatkan hal tersebut untuk keuntungannya—seperti memaksa Yuu untuk bersikap seperti kekasihnya saat mereka hanya berdua, dan mendorong Yuu untuk bergabung dengannya di OSIS. Terlepas dari itu, saya sangat mengagumi bagaimana para tokoh ini tumbuh dan berkembang seiring berjalannya cerita. Hal yang sangat menyentuh hati saya pribadi adalah ketika Sayaka memberanikan diri untuk melangkah maju dan menyatakan perasaannya pada Touko setelah ia berdamai dengan masa lalunya.

Sayangnya akan sulit sekali untuk membeli komik Bloom Into You di toko buku sekitar. Tetapi Tabumania bisa menikmati cerita Bloom Into You lewat adaptasi serial animasinya yang ada di Netflix.

Artikel ini ditulis oleh Dhara.

Dhara, a young queer woman who struggles to stay sane and alive.

Portal pengetahuan dan layanan tentang seksualitas berbasis queer dan feminisme. Qbukatabu diinisiasi oleh 3 queer di Indonesia di bulan Maret 2017. Harapannya, Qbukatabu bisa menjadi sumber rujukan pengetahuan praktis dan layanan konseling yang ramah berbasis queer dan feminisme; dan dinikmati semua orang dan secara khusus perempuan, transgender, interseks, dan identitas non-biner lainnya.

0 comments on “Bloom Into You: Menemukan Jati Diri dan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: