Buka Cerita

Gaslighting dan Layangan Putus: Dia yang Salah, Kenapa Aku yang Merasa Bersalah?

Aris yang Berdusta, namun Kinan yang tak dipercaya.

Melihat serial berjudul Layangan Putus yang belakangan sedang ramai diperbincangkan di media sosial, gemas rasanya jika tidak ikut berkomentar seputar kehidupan rumah tangga Kinan, Mas Aris, dan kekasih lainnya yang bernama Lydia. 

Jika Tabumania belum pernah menontonnya, singkat cerita, Layangan Putus berkisah seputar kehidupan sepasang suami istri bernama Kinan dan Aris yang digambarkan sebagai pasangan sangat ideal. Kinan merupakan seorang dokter yang tidak lagi aktif berkarir sejak menikah, dan Aris merupakan pengusaha sukses. Keduanya memiliki latar belakang ekonomi yang sangat baik, berparas elok, dan sedang menantikan kehadiran anak kedua mereka. Konflik utama terjadi ketika Aris, tanpa sepengetahuan istrinya, memiliki kekasih lain bernama Lydia, yang berprofesi sebagai psikolog anak. Satu demi satu episode dipenuhi dengan ketegangan akan bagaimana Aris melakukan banyak kebohongan untuk menyembunyikan perselingkuhannya. Hebatnya, bukannya merasa bersalah, Aris justru mempermainkan perasaan dan pikiran Kinan hingga membuatnya mempertanyakan bahkan tak jarang merasa bersalah karena telah mencurigai Aris telah berlaku tidak setia. Nah, sampai disini, sebagai penonton yang tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Aris, gemas bukan rasanya? 

Adalah gaslighting, istilah yang menjadi populer karena sebuah film karya Alfred Hitchcock berjudul “Gas Light” yang dikembangkan dari cerita Patrick Hamilton pada tahun 1938. Film tersebut berkisah kurang lebih sama, tentang seorang suami yang memanipulasi pikiran istrinya dengan tujuan untuk menguasai harta warisannya. Pada film tersebut, terdapat adegan dimana sang suami secara diam-diam mempermainkan lampu gas (gas light) lalu mengklaim bahwa istrinya mengalami masalah kejiwaan karena telah menganggap lampu tersebut redup dan terang dengan sendirinya. Hingga saat ini, istilah gaslighting sendiri sering diasosiasikan dengan tindakan memanipulasi pikiran orang lain hingga membuatnya tidak mempercayai persepsinya sendiri. 

Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang  dilakukan oleh seseorang untuk berkuasa dan dapat mengontrol orang lain dengan cara membuat korbannya tidak yakin dengan dirinya sendiri. Manipulasi ini bisa terjadi dalam banyak bentuk hubungan, baik pertemanan, rumah tangga, maupun relasi di tempat kerja yang tidak sehat. Benar, dalam konteks serial Layangan Putus, gaslighting adalah segala tindakan yang dilakukan Aris untuk memanipulasi Kinan dan membuatnya mempertanyakan kembali kecurigaannya terhadap Aris. 

Nah, apakah Tabumania merasa pernah mengalami apa yang dialami Kinan di atas? Apakah pernah Tabumania merasa seseorang telah secara jelas berbuat salah, namun sikap-sikap dan penjelasannya tiba-tiba membuat kamu “percaya” bahwa dia tidaklah salah, dan kamu bahkan secara tidak jelas merasa bersalah dan mempertanyakan dirimu sendiri?

Hati-hati, itu adalah gejala utama bahwa seseorang telah melakukan gaslighting kepadamu. Yuk simak ciri-ciri dan cara mengatasinya agar kita bisa menjaga diri darinya!

Ciri-ciri Gaslighting

Berbohong

Satu sifat yang menjadi benang merah para pelaku gaslighting adalah pembohong dan sering menunjukkan kecenderungan narsistik. Biasanya mereka berbohong secara terang-terangan dan tidak merasa bersalah sedikitpun, bahkan ketika mereka tertangkap basah atau ketika kamu jelas-jelas memegang bukti kebohongan mereka. Umumnya, pelaku justru akan menuduh korbannya dengan mengatakan bahwa mereka terlalu berlebihan atau mengada-ada.

Berbohong dan mendistorsi cerita adalah strategi utama perilaku gaslighting. Tak lupa, mengecilkan atau menginvalidasi apa yang dirasakan korban menjadi cara tambahan untuk dapat membuat mereka mulai tidak mempercayai dirinya sendiri.

Memutarbalikkan cerita

Pada salah satu episode Layangan Putus, terdapat adegan dimana Aris marah besar dan menyalahkan Kinan karena telah mencurigainya selingkuh, padahal Kinan telah memiliki beberapa bukti sebelumnya. Jadi, bukannya sadar dan mengakui perbuatannya, Aris justru menyalahkan sikap Kinan yang tidak mempercayainya. 

Tabumania, melempar balik kesalahan ini adalah taktik pelaku gaslighting lainnya yang juga harus diwaspadai. Biasanya pada setiap diskusi yang dilakukan, mereka dapat memutarbalikkan fakta dan membuat kita yakin bahwa kitalah yang menjadi penyebab prilaku buruk yang mereka lakukan. 

Isolasi

Tabumania, jangan heran. Gaslighting ini bukan perihal ringan, karena untuk dapat memanipulasi orang lain, seseorang membutuhkan strategi dan keahlian juga. Teknik lainnya yang biasa dilakukan untuk melancarkan aksinya adalah pelaku akan serta-merta mengisolasi kita dari dunia luar, termasuk keluarga dan teman-teman terdekat kita. Kembali ke kisah Layangan Putus di atas, ingat bukan, bagaimana Aris selalu menunjukkan sikap tidak suka setiap kali Kinan berbincang atau menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatnya? Untuk apa pelaku melakukan hal tersebut? Agar kita tidak dapat lagi memiliki perspektif lain untuk dapat melihat suatu permasalahan secara jernih. Secara perlahan, satu-satunya realita yang kita percayai adalah persepsi yang telah ditanamkan dan dibelokkan oleh pelaku.

Cara untuk Mengatasi Tindakan Gaslighting

Memahami apa itu Gaslighting

Jika tak mengenali tanda-tandanya dengan baik, sulit rasanya untuk terlepas dari cengkraman orang yang melakukan tindakan gaslighting. Terlebih, gaslighting bukanlah kejadian tunggal yang hanya dilakukan satu kali. Sebaliknya, pelaku berulang kali menipu, berbohong, dan memanipulasi untuk melemahkan korban dari waktu ke waktu. Akibat berbahaya dari gaslighting umumnya adalah membuat korban merasa kehilangan dirinya sendiri dan bingung terhadap nilai-nilai yang dipercayainya. Dalam situasi ini, tentu tidak mudah untuk dapat memahami dan meyakinkan bahwa kita sedang berada di bawah manipulasi seseorang.

Dengarkan intuisi

Tabumania, ingat kata pribahasa bahwa sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Sepandai-pandainya pelaku mencoba berbohong dan memanipulasi, di tengah kebingungan, intuisi atau kata kita pasti dapat merasakan bahwa yang mereka lakukan tetaplah salah, sekalipun kita tidak lagi berdaya untuk beradu argumen. Jadi, jika kamu merasa ada yang tidak beres dalam hubungan, jangan abaikan intuisi dan sesegera mungkin periksa apa yang sebenarnya terjadi.

Ajak bicara orang lain

Karena sudah terlalu lama “ditipu” dan dibohongi oleh pelaku, seringkali kita menjadi tidak sadar bahwa kita telah berjarak terlalu jauh dari realita yang sesungguhnya. Jika sudah begini, saatnya untuk bicara dengan orang-orang terdekat yang kamu percayai dan minta pendapat mereka atas apa yang terjadi. Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog untuk dapat membantumu keluar dari situasi ini. 

Utamakan pemulihan dirimu

Sebagaimana pelaku kekerasan emosional pada umumnya, bereaksi dan membalas dendam hanya akan membuat pelaku melakukan tindakan yang lebih buruk lagi. Bukan berarti ini membenarkan gaslighting, namun untuk mengubah apalagi menyembuhkannya, dibutuhkan kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh pihak profesional. Utamakanlah pemulihan dirimu terlebih dahulu dengan fokus kepada hal-hal yang dapat menyudahi kebingungan, ketakutan, rasa rendah diri, dan hal-hal lainnya yang merupakan efek jangka panjang dari tindakan gaslighting.

Putuskan hubungan

Sekalipun ini mungkin adalah hal terberat yang harus dilakukan, namun memutuskan hubungan sesegera mungkin adalah tindakan yang harus dilakukan agar dapat melakukan pemulihan sesegera mungkin. Terapkan aturan no contact, yang berarti memutuskan komunikasi dalam bentuk apapun dengan pelaku agar kamu dapat berpikir jernih dan tidak terpengaruh bias yang terlanjur ditanamkan oleh pelaku. Selain itu, mulai untuk menyambung kembali hubunganmu dengan orang-orang terdekat yang sempat terputus selama berelasi dengan pelaku gaslighting. 

Nah, Tabumania, setelah membaca penjelasan di atas, jadi tahu kan betapa laten dan berbahayanya gaslighting sebagai salah satu bentuk kekerasan emosional? Pantas saja menjadi viral dan dibicarakan banyak orang. Rupanya, kisah pada serial Layangan Putus ini memang membuat penontonnya benar-benar kesal dengan sikap manipulatif Aris terhadap Kinan. Namun di sisi lain ada bagusnya, karena serial ini membuat kita jadi semakin terpapar dengan konsep gaslighting termasuk cara-cara menyikapinya. Jadi, jika kamu atau orang di sekitarmu ada yang mengalaminya, jangan ragu untuk mengambil tindakan untuk menyudahi kekerasan yang menyerang kesehatan mental tersebut!

0 comments on “Gaslighting dan Layangan Putus: Dia yang Salah, Kenapa Aku yang Merasa Bersalah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: