Buka Akses

Ketika Manusia Mengambil Peran Dewa

Tabumania, gak terasa ya udah bulan ketiga di tahun 2021. Diiiih memang selama covid ini waktu itu kaya cepat banget ya berlalunya. Belum apa-apa eh udah ganti tahun aja. Mana sekarang orang-orang udah mulai lebih selaw kali ya ngadapin si covid-19 ini, pada bosan kali dirumah terus, zoom meeting terus entah buat kuliah atau kerja. Belum lagi stok tontonan udah menipis, semua film-film udah ditonton bahkan sampai film zaman dahulu alias jadul pun di tonton ulang.Ngomong-ngomong soal film jadul nih, Nce jadi ingat ada satu film jadul yang Nce tonton ulang baru-baru ini. Film yang satu ini agak-agak bikin kepikiran gitu karena nih walaupun film ini fiksi fantasi gitu tapi ngenak banget dihati karena ngebahas gimana sih kalau manusia punya kemampuan ala-ala dewa.

Jadi, film yang  judulnya Death Note ini dibagi jadi dua bagian tapi Nce ceritain bagian satu aja kali ya, kalau kepanjangan nanti dimarah pemred hehehe. Di bagian satu nih diceritain tentang siswa SMA yang jenius banget, namanya si Light Nagami. Nah, karena kepintarannya nih dan dese tertarik banget jadi APH (Aparat Penegak Hukum), si Light ini sering banget ngeretas situs data rahasianya polisi terus ngeliat catatan  soal hukuman apasih yang di dapat sama kriminal-kriminal di Jepang. Nah, ternyata nih banyak banget kriminal-kriminal yang lolos dari hukumannya, kaya koruptor akamsi yang dapat keringanan, eh.

Lanjut ya, Si Light jadi tau dong kalau banyak kriminal yang lolos dari hukuman, atau kalau dapat hukuman pun gak setimpal sama kejahatannya. Alhasil dia mulai gak percaya dan muak banget nih sama penegakan hukum yang dilakuin sama polisi. Suatu hari si Light ini nemuin semacam buku tulis kosong gitu. Ternyata eh ternyata ini buku punya dewa kematian atau yang di film ini disebut Shinigami, dalam film ini Shinigami nya dipanggil Ryuk. Usut punya usut ternyata bukunya si Ryuk ini sakti loh Tabumania. Jadi nih ya siapapun namanya yang ditulis di buku itu bakalan metong. Udah kebayang  donk kalau yang nemu si Light bakal diapain itu buku?

Mulailah si Light nulis-nulisin nama kriminal di seluruh dunia nih. Terusnya dia juga ngasih julukan buat dirinya itu Kira. Awalnya nih kriminal-kriminal doang yang di bunuh-bunuhin, tapi lama-lama si Kira ini jadi makin gak terkendali. Si Kira ini mulai ngebunuh siapapun yang dirasa ngehalangi aksinya. Puncaknya waktu polisi akhirnya kerjasama dengan detektif kondang yang sering bantuin buat selesaikan kasus-kasus sulit, namanya L. nah si L ini lah yang kemudian bantuin polisi buat nyari petunjuk tentang siapa sih si Kira ini?

Akhirnya nih semua petunjuk ngarah ke si Light, mulai lah dikerahkan orang buat ngikutin si Light. Jadi ada satu agen FBI namanya Raye, ditugasin buat ngintilin si Light kemanapun dese pergi. Eh rupa-rupanya ketahuan lah sama si Light kalau dia lagi diekorin sama FBI. Disusun lah skenario sama si Light ini buat bunuh semua agen FBI yang terlibat di kasusnya. Canggihnya si Light dia tau perkembangan penyelidikan polisi udah sampe mana, secara dia bisa ngeretas data kepolisian kan.

Keadaan makin memanas nih waktu tunangan si Raye yang namanya Naomi, ngedatangin si Light. Dia ala-ala ngasih kartu nama palsu, karena dia tau kalau si Light ini bisa bunuh orang yang diketahui muka dan nama aslinya. Jadinya si Light gak bisa ngebunuh si Naomi ini di tempat. Rupa-rupanya gak lama abis kejadian itu si Naomi ini malah nyandera pacarnya si Light namanya Shori. Nah, si Shori ini disuruh buat nelpon si Light dan ngajakin dia ketemuan di museum seni. Singkat cerita di museum seni ini si Shori akhirnya metong pas berusaha lindungin si Light dari tembakannya si Naomi Uuuh syedih. Tau-taunya, semua itu rencana si Light yang uda ditulisin si buku sakti itu, kamvret.

Di akhir cerita muncul lah si L nongolin mukenye ke depan si Light, tapi karena si Light kaga tau nih nama aslinya si L, jadinya perang dingin si L sama si Light lanjut ke bagian dua.

Tabumania, Siapa sih yang gak mau hidup tenang di dunia yang bebas dari tindak kejahatan? Pastinya banyak banget nih orang-orang yang pengen punya kesempatan kaya si Light Nagami yang bisa membersihkan dunia dari kriminal apalagi koruptor. Bakal damai banget rasanya kalau semua kriminal dapat hukuman yang setimpal. Tapi Nce rasanya kurang setuju  kalau “mati” justru jadi opsi pilihan buat menghukum, karena itu kaya ngelanggar hak seseorang atas kehidupannya gak sih? Konon lagi hukuman matinya ini ya kaya yang dilakuin sama si Light Nagami yang berbekal nama  dan foto yang diliat di TV doang. Memang sih kalau di cerita film nya itu tindak kejahatan jadi turun 70 persen, buset dah. Tapi balik lagi ya, gimana sih kita sebagai manusia ngukur benar dan salah?

Ngomongin soal benar dan salah nih, persepsi benar dan salah ditiap orang pastinya gak ada patokan yang bisa diseragamkan antara orang yang satu dengan yang lain. Lagian nih Tabumania, kayanya gak ada hal di dunia ini yang benar-benar salah ataupun benar-benar benar (nah kan bingung). Artinya dua hal ini tu semacam hasil akhir yang bisa aja jadi berbeda, tergantung dari mana kita menilainya. Kalau katanya si Louhenapessy di salah satu tulisannya yang dipublikasiin di whitedjournal.com, selama ini masyarakat di dunia, selalu mengkotak-kotakan benar dan salah lewat lima pilar yang ada. Lima pilar tersebut yaitu  adat, agama, pendidikan, hukum dan kebiasaan. Padahal kelimanya adalah buatan manusia, yang pastinya ada cela.

Dari 5 pilar yang disebut sama si Louhenpessy ini, yang paling dekat dengan bahasan kita itu ya soal Hukum. Tabumania pernah dengar gak sih ada seorang laki-laki yang ditangkap karena nanam ganja dirumahnya buat untuk ngobatin penyakit istrinya yang katanya langka? Kalau diliat-liat ada pasal 7 UU No.35 tahun 2009 yang melegalkan ganja untuk kebutuhan medis, tapi sayangnya ini cuma boleh dilakukan oleh orang-orang dengan latar belakang medis. Awal mula si laki-laki ini nanam ganja adalah karena “pengobatan layak” yang dijanjikan untuk istrinya gak mengurangi rasa sakit si istri. Terus dia akhirnya mempelajari catatan medis dari berbagai universitas di luar negeri tentang ekstrak ganja untuk penyakit yang diderita sama istrinya, yang ternyata setelah di coba bikin istrinya jadi lebih baik lah keadaannya. Nah, katanya nih gak lama setelah dia ditahan istrinya meninggal, yang jadi pertanyaan kalaulah benar hukum ada untuk memberantas yang salah, dan mengedepankan kebenaran; apakah benar membiarkan seseorang terengut nyawanya atas nama hukum? Apakah laki-laki ini salah menanam ganja untuk menyelamatkan istrinya bila ekstrak ganja adalah satu-satunya cara?

Akhirnya Nce jadi mikir Tabumania, jadi siapa sih yang berhak buat mutusin sesuatu itu benar atau salah? Karena kita pastinya pengen melakukan hal yang benar, tapi benar menurut siapa? Karena kan pada tau sendiri kalau benar menurut kita bisa aja salah menurut orang lain. Nah, kalau ngikutin kaya yang dilakukan si Light niatnya untuk menjadikan dunia tempat yang bebas dari kriminal mungkin serupa dengan niat kebanyakan orang, tapi caranya dengan mengorbankan nyawa orang lain mugkin bakalan ngebelah orang-orang jadi dua kelompok, pro dan kontra.

Tabumania manusia nih memang dibekali sama semesta akal dan pikiran buat berfikir. Akan tetapi harusnya gak digunain untuk menghakimi, sekalipun Tabumania adalah hakim untuk suatu proses peradilan. Bisa kali ya sebelum memutuskan mungkin nyari informasi yang bisa dipertanggung jawabkan sebanyak-banyaknya dulu dari kedua pihak yang berselisih.

Memutuskan benar dan salah ini gak bisa cuma dilihat kaya warna hitam dan putih, karena dari warna hitam, ada banyak banget spektrum warna sebelum dia sampai ke warna putih. Namanya manusia yang dibekali akal dan pikiran,harusnya kita gak ngambil jalan pintas buat melancarkan apapun mimpi kita. Hal yang paling banyak mempengaruhi perkataan, sikap dan perilaku kita itu ya insting buat memprtahankan diri. Gimana ceritanya? Nanti Nce ceritain di tulisan yang lain ya

Buat Tabumania yang baru mau mengakses Buka Layanan, kami dari tim layanan mau infoin kalau Buka Layanan sedang dalam proses perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan Tabumania dalam mengakses layanan. Kalau uda kelar nanti kami kabari ya? Tozz (R)

Buka layanan hadir untuk menjadi ruang bagi Tabumania untuk mendapatkan infornmasi dan berbagi cerita tentang permasalahan yang dihadapi oleh Tabumania, melalui layanan konseling yang ramah. Tabumania bisa mengakses #BukaLayanan melalui e-mail (bukalayanan@protonmail.com) atau WhatsApp (0853 1436 4084)

0 comments on “Ketika Manusia Mengambil Peran Dewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: