Buka Cerita

Jaga Waspada saat Kampanye Pilkada

Tabumania, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 telah memasuki masa kampanye sejak 26 September lalu hingga 5 Desember mendatang. Demi memperoleh suara maksimal dari masyarakat, para kandidat kepala daerah saling berlomba menyampaikan visi dan misi. Nah, selama masa kampanye inilah, Tabumania perlu mewaspadai adanya isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan ujaran kebencian yang digunakan demi mendulang suara, termasuk kawan-kawan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang sering menjadi obyek ujaran kebencian.

Untuk mengetahui dinamika kampanye Pilkada 2020, Qbukatabu memperoleh kesempatan untuk mewawancarai dua narasumber dari dua daerah yang berbeda yaitu Adham dari Palangkaraya dan Kang Agus, dari Jawa Barat.

Menurut Adham, hingga artikel ini dituliskan, ia tidak melihat adanya konflik dalam kampanye terkait isu SARA. Kang Agus menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda. “Untuk sekarang ini masih aman-aman saja, belum ada kampanye yang berbau SARA dalam artian menjelek-jelekkan agama selain Islam atau ujaran kebencian terhadap satu atau beberapa kelompok. Namun, sentimen agama masih terasa kuat tapi lebih karena dikaitkan dengan ideologi partai tertentu.” kata Kang Agus.

Keduanya memastikan apabila mengalami atau melihat situasi ujaran kebencian dari kandidat, agar Tabumania tetap waspada dan tidak tergesa-gesa dalam menyikapinya. Adam mengatakan hal yang ia lakukan terlebih dahulu adalah mencari ruang aman ketika melihat atau mengalami situasi ujaran kebencian. Selanjutnya, ia akan mendiskusikannya bersama orang-orang maupun jaringan yang bersedia melindunginya maupun korban yang mengalaminya. 

Kang Agus menyarankan agar tetap waspada dan menganalisis situasi lebih lanjut. Artinya, usungan program yang disampaikan para kandidat Pilkada-lah yang perlu dikritisi. “Namun, tetap tidak boleh melupakan pengalaman-pengalaman Pilkada di waktu-waktu lampau di Bandung dan Jawa Barat. Isu agama tetap jadi isu sentral yang bisa berakibat kepada norma, nilai, dan hal-hal lain terkait yang kemudian akan dilekatkan dengan program-program kerja ke depan.” kata Kang Agus.

Selama ini aktivitas kampanye seringkali menggunakan isu LGBT untuk mendulang suara dan hal ini memengaruhi kinerga komunitas LGBT. Mengutip CNN Indonesia, misalnya Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) bertekad memberantas LGBT di provinsi itu sebagai salah satu program unggulan (https://www.cnnindonesia.com). Namun, Adham maupun Kang Agus mengatakan masa kampanye ini belum memberi pengaruh terhadap kegiatan komunitas mereka. Adham dari komunitas Ebisqueet sedangkan Kang Agus dari komunitas Arjuna Pasundan. “Sejauh ini gak ada, walaupun secara umum komunitas di kota kami adalah perantau, tidak pernah disulitkan atau pun dihalang-halangi dalam memilih calon pasangan Pilkada, hanya datang ke TPU membawa KTP kami akan dipersilakan untuk ikut memilih.” kata Adham.

Hanya saja, Adham menguraikan bagi kelompok transpuan, mereka sering diajak tim kampanye kandidat kepala daerah untuk berpartisipasi menghibur dengan bernyanyi. Namun, selain bernyanyi, kelompok transpuan juga sering menjadi bahan lelucon. Menurut Adham, mereka menerima hal itu karena pemahaman yang minim dan menganggap hal tersebut “wajar atau sudah seharusnya”.

Masa kampanye memang belum memengaruhi komunitas mereka, meskipun demikian tetap menimbulkan kekhawatiran bagi Adham. Menurut Adham, hal ini terjadi terutama ketika kandidat kepala daerah menggunakan visi misi berkaitan dengan agama. Hal ini pula yang membuat keduanya enggan untuk menggunakan hak suara.

Kang Agus mengaku kemungkinan besar tidak ikut serta menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada nanti karena kuatnya fanatisme keagamaan di Kota Bandung dan Jawa Barat. Bahkan, hasilnya seringkali sudah bisa dipastikan. Hal ini mengakibatkan tidak terasa adanya dinamika perubahan peta politik dari yang sekarang ada. Selain itu, Kang Agus menilai masih kuatnya koalisi partai-partai besar sehingga perlu waktu yang sangat panjang untuk mencoba mengubah kondisi saat ini. Kondisi tersebut bisa diubah melalui partai yang idealis dan mungkin ramah LGBT untuk dapat memperjuangkan keamanan komunitas LGBT dan ke depannya bisa menjadi kawan terkait perjuangan LGBT.

Tidak jauh berbeda, Adham mengaku tidak akan memilih salah satu calon. Menurutnya, siapa pun calonnya tetap akan mempersulit hak-haknya sebagai masyarakat. Namun, ia akan tetap menggunakan hak suaranya.

Adham dan Kang Agus pun berpesan agar Tabumania waspada dan lebih memerhatikan situasi selama masa kampanye ini. Menurut Adham, masih ada kemungkinan adanya kampanye yang menyudutkan komunitas LGBT, baik secara terang-terangan maupun diam-diam.

Lalu, Kang Agus berpesan agar Tabumania terlebih dahulu menganalisis situasi selama masa kampanye sehingga bisa memilih kandidat kepala daerah yang bisa ramah komunitas sebelum memutuskan menggunakan hak suaranya. Namun, apabila Tabumania memutuskan untuk tidak memilih atau tidak terlibat juga merupakan pilihan yang harus dihormati. “Jadi, gunakan hak pilih dengan bijaksana dan kalau bisa, bersama-sama dengan komunitas menganalisis situasi untuk menentukan langkah-langkah yang disepakati bersama.”tegasnya.


Nah, gitu Tabumania. Sebelum memutuskan untuk menggunakan hak suara, sebaiknya selalu waspada dalam melihat segala situasi. Selalu perhatikan kampanye yang digunakan kandidat paslon Pilkada terutama kampanye menggunakan ujaran kebencian. Tidak ada salahnya juga Tabumania mencari teman atau komunitas untuk berdiskusi hal-hal yang perlu dilakukan selama masa kampanye, sehingga ketika menggunakan hak suara bisa benar-benar yakin untuk memutuskan pilihan.

Portal pengetahuan dan layanan tentang seksualitas berbasis queer dan feminisme. Qbukatabu diinisiasi oleh 3 queer di Indonesia di bulan Maret 2017. Harapannya, Qbukatabu bisa menjadi sumber rujukan pengetahuan praktis dan layanan konseling yang ramah berbasis queer dan feminisme; dan dinikmati semua orang dan secara khusus perempuan, transgender, interseks, dan identitas non-biner lainnya.

0 comments on “Jaga Waspada saat Kampanye Pilkada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: