Buka Perspektif

Mengingat Transgender

Tabumania, tanggal 20 November merupakan hari internasional untuk mengingat transgender atau lebih dikenal dengan Transgender Day of Remembrance (TDOR). TDOR dimulai pada 1999 oleh penulis dan aktivis transgender Gwendolyn Ann Smith untuk menghormati Rita Hester, seorang transgender perempuan berkulit hitam yang terbunuh pada 1998. Sejak saat itu, setiap tahun para aktivis transgender maupun sekutu (allies) memeringati TDOR.

TDOR mengingatkan kita bahwa masih kuatnya diskriminasi dan kekerasan terhadap orang-orang transgender, bahkan bisa menyebabkan kematian. TDOR menjadi momentum untuk menyuarakan keadilan dan kesetaraan bagi orang-orang transgender.

Berdasarkan data The Trans Murder Project seperti yang dikutip Human Right Watch (HRW), pada 2007 hingga 2014 terdapat 1731 pembunuhan terhadap transgender di seluruh dunia. HRW menuliskan pembunuhan terhadap transgender terjadi karena respon alami yang brutal, termasuk diantaranya penyiksaan dan mutilasi. Selain ancaman kekerasan, HRW menyebutkan transgender 50 kali lebih tinggi kemungkinan terkena HIV. Salah satu penyebabnya adalah stigma dan diskriminasi yang membuat mereka kesulitan mengakses layanan kesehatan sehingga mereka tidak bisa memperoleh informasi mengenai pencegahan HIV. HRW juga menyebutkan banyak studi di Amerika, Eropa dan Kanada yang mencatat tingginya tingkat bunuh diri orang-orang transgender karena diskriminasi dan penghinaan secara sistematik akibat peraturan-peraturan negara. HRW menuliskan sejumlah negara, diantaranya Malaysia, Kuwait dan Nigeria menerapkan hukum yang melarang berperilaku β€œseperti lawan jenis” serta melarang keberadaan transgender. Tidak adanya pengakuan secara legal terhadap identitas gender mereka, kesulitan yang dihadapi sehari-hari, seperti saat diminta identitas diri (KTP), pemeriksaan tubuh yang berpotensi menimbulkan kekerasan dan penghinaan (misalnya saat pemeriksaan di bandara) semakin membayang-bayangi orang-orang transgender.

Orang-orang transgender masih mengalami diskriminasi dalam memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, tempat tinggal (indekos/kontrakan), kebebasan berekspresi, bahkan hak untuk hidup. Untuk memperoleh pengakuan sesuai identitas gender di lingkungan keluarga maupun pertemanan pun bukan hal mudah. Perjuangan dimulai saat mereka melakukan transisi. Transisi adalah proses perubahan yang umumnya dilakukan individu trans untuk mendapatkan gambaran tubuh dan identitas yang dibutuhkan. Transisi bisa dilakukan secara sosial, estetika, medis, dan/atau legal (Arus Pelangi, 2017). Proses transisi ini membutuhkan dukungan dari keluarga, teman atau pasangan.

Transisi tersebut seharusnya tidak memengaruhi orang-orang transgender untuk memperoleh hak-haknya. Sayangnya, orang-orang transgender menerima perlakuan yang memalukan, menyakitkan dan bisa mengancam nyawa (risiko terbunuh) karena upaya transisi tersebut. Tabumania bisa bayangkan ketika transgender mengakses fasilitas publik, seperti toilet umum. Transpuan akan ditolak saat masuk toilet perempuan, sementara translaki-laki akan merasa was-was saat masuk toilet laki-laki, bahkan rentan mengalami kekerasan seksual.

Nah, agar Tabumania makin update dan gak kudet hehe dengan kabar kawan-kawan transgender, pada edisi kali ini Redaksi Qbukatabu memberikan beberapa informasi menarik. Misalnya Redaksi mengulas tentang transgender secara umum, kemudian ada juga kabar tentang penyelenggaraan konferensi trans bulan ini. Tabumania penasaran kan apa hasil dari konferensi itu? Sama!! Lalu, masih dalam rangkaian TDOR dan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Redaksi mewawancarai kawan-kawan transman dan transpuan tentang membangun well-being di tengah opresi yang ada. Selanjutnya, ada juga cerita tentang relasi pasangan trans. Uwuwuwu makin penasaran gak ni? Sabar ya Tabumania. Tunggu sajiannya satu per satu. Jangan lupa follow akun medsos Qbukatabu biar makin cepat memperoleh info-info terbaru. Jangan ragu juga untuk mengirimkan komentar maupun tanggapan tentang tema-tema yang dibahas Redaksi Qbukatabu. Bisa di kolom komentar di bawah atau surel yaaa!

Asisten Editor Qbukatabu. Penulis lepas yang belakangan mempelajari puisi, senang bercengkerama dengan kopi, masih belajar mengenal diri sendiri, bisa dihubungi melalui surel diankp.qbukatabu@protonmail.com

0 comments on “Mengingat Transgender

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: