Buka Akses

Merdeka dari Patah Hati

Siapa yang tidak bahagia ketika merasakan jatuh cinta? Mungkin Tabumania juga mengalami fase dimana semua hal terasa menyenangkan dan hari-hari dijalani dengan penuh semangat. Ditambah lagi perasaan berdebar-debar dan rasa bahagia yang amat sangat ini membuat Tabumania seolah-olah berada di langit ketujuh. Hubungan percintaan ini dapat menguras energi, fokus dan waktu sehingga bisa saja segala hal yang dipikirkan hanya tentang kamu dan dia.

Namun, saat menjalin hubungan, berbagai sikap dan tindakan pasangan yang awalnya Tabumania bisa tolerir menjadi berlebihan, bahkan sangat mengganggu. Pasangan mulai mengontrol segala kegiatan dengan alasan untuk melindungi atau menunjukkan sikap posesif dan cemburu yang tak beralasan sebagai ‘tanda cinta’. Rasa percaya Tabumania mulai hilang dan berganti dengan ketidaknyamanan. Perbincangan dari hati ke hati sulit dilakukan dan tak jarang pertengkaran pun terjadi. Saat pertengkaran memuncak dan tidak ada jalan keluarnya, situasi ini dapat berakibat pada berakhirnya hubungan. Rasa patah hati karena putusnya hubungan pun tidak bisa terhindarkan. Ia mulai mengganggu dan mempengaruhi keadaan emosi yang bisa saja membuat Tabumania mencapai kesedihan yang paling dalam.

Tabumania, patah hati adalah hal yang wajar dan manusiawi. Hal ini karena setelah hubungan berakhir, berbagai hal berubah dalam pola keseharianmu. Tidak ada yang mengucapkan “selamat pagi sayang” atau tidak ada lagi perayaan ulang bulan di tanggal jadian. Ketika bangun pagi, terasa ada yang hilang sehingga membuat dada sakit, merenggut selera makan atau membuat Tabumania lelah tanpa sebab sehingga kurang bersemangat disepanjang hari dan sulit tidur dimalam hari. Hal lain yang biasa terjadi ketika seseorang patah hati adalah menyendiri dan menangis; meratapi perjalanan hubungan yang sudah dilewati.

Sayangnya, ketika Tabumania sedang bersedih atau menangis, seringkali orang-orang disekitar mengajak untuk segera berhenti menangis dan bersedih, seolah-olah Tabumania harus buru-buru tertawa. Padahal, mereka tahu pasti bahwa sesuatu yang buruk sedang menimpa. Ini yang kemudian membuat Tabumania menjadi ragu atau bahkan menolak untuk mengekspresikan kesedihan ketika patah hati dan membangun tembok dengan mengatakan bahwa : “aku tidak apa-apa” dan “aku baik-baik saja”. Selain itu, hal ini bisa juga terjadi karena Tabumania menganggap diri sendiri telah gagal dalam membangun hubungan atau merasa bahwa membiarkan diri sendiri bersedih adalah hal yang tabu untuk dilakukan. Berpura-pura bahagia dan baik-baik saja hanya akan membuat Tabumania terus berada dalam belenggu kesedihan yang tidak selesai.

Setiap orang akan melalui fase dan proses yang berbeda-beda dalam memerdekakan diri dari patah hati. Ada orang yang bisa melaluinya dalam waktu cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada orang yang tidak butuh bercerita, ada pula orang yang butuh teman untuk mencurahkan perasaanya. Namun, bagaimanapun prosesnya, setiap orang sebaiknya memerdekakan diri dari patah hati karena ini berarti Tabumania sedang memulihkan diri sendiri dan kembali mencintai diri sendiri. Jika tidak, dikhawatirkan akan berpengaruh dalam kehidupan, misalnya perubahan pola makan ataupun pola tidur yang berdampak pada kesehatan, perubahan terhadap interaksi sosial – bisa saja karena kehilangan kepercayaan diri untuk berhubungan dengan orang lain, mengalami krisis kepercayaan sehingga menarik diri atau bahkan mengisolasi diri dari lingkungan sosial.

Lalu bagaimana caranya merdeka dari patah hati? Tabumania bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tidak mengingkari bahwa memang kamu sedang bersedih, kamu tidak perlu membohongi dirimu sendiri. Beri waktu pada dirimu sendiri untuk mengungkap rasa sedih. Jika memang ingin menangis, lakukanlah. Beri ruang pada dirimu sendiri untuk menyalurkan kesedihanmu.
  2. Beri waktu pada dirimu untuk lebih santai dan membahagiakan dirimu sendiri. Tidak perlu terburu-buru atau memaksakan diri tampil dihadapan banyak orang hanya untuk memperlihatkan bahwa kamu baik-baik saja. Bersantailah sampai perasaanmu kembali stabil, habiskan waktu dirumah sembari melakukan hal-hal yang dapat membuat perasaanmu membaik. Atau jika berada dirumah bukanlah hal yang tepat untukmu, pergi keluar mencari udara segar dan cari kesenangan yang sesuai dengan dirimu. Bahagiakan dirimu sendiri dengan melakukan hal yang disukai, seperti mendengarkan musik, menulis atau makan makanan yang menurutmu enak. Jika senang berolahraga, maka hal ini akan baik untuk menyalurkan energi.
  3. Kenangan memang tidak bisa dihapus, kamu mungkin bisa menyimpannya sebagai sebuah potongan cerita dalam hidupmu, tidak perlu memaksakan diri untuk melupakan segala hal. Namun, kamu bisa mencoba perlahan menggeser fokus dengan menghargai berbagai hal yang sudah kamu lakukan dalam menjalani hubungan. Jika merasa tidak nyaman dengan hal-hal yang mengingatkan pada mantan, seperti hadiah-hadiah yang diberikan olehnya atau lokasi-lokasi tertentu yang biasa kalian datangi bersama, maka barang-barang tersebut dapat disimpan di tempat yang sulit dijangkau atau terlihat. Untuk lokasi, Tabumania bisa mulai mensugesti diri bahwa tempat tersebut adalah ruang publik yang siapapun bisa saja datang kesana.
  4. Mantan bisa saja menjadi teman, namun bukan hal yang keliru ketika butuh berjarak dengan segala hal tentang dia. Bahkan jika Tabumania memutuskan untuk tidak berhubungan sama sekali dengannya karena kekerasan yang dilakukannya, itu adalah hak kamu.
  5. Habiskan waktu bersama teman-teman yang mendengarkan, bukan cuma mendengar dan membiarkan. Jika merasa belum nyaman atau tidak mau membahas tentang patah hatimu ketika bertemu, Tabumania berhak mengatakan pada mereka untuk tidak membicarakan hal-hal tersebut.

Tabumania, seperti yang dikatakan Raditya Dika, setiap hal yang pergi butuh peratapan, begitu juga cinta yang pergi karena sebenarnya setiap kepergian akan meninggalkan kesedihan. Maka dari itu, merdekakan diri Tabumania dari patah hati dengan tidak menghindar darinya, tapi dengan membiarkannya pergi. Jika butuh orang lain untuk mendengarkan namun enggan bercerita dengan orang disekitar, Tabumania dapat menghubungi Buka Layanan Qbukatabu. Tabumania dapat mengakses Buka Layanan melalui whatsapp 085314364084 atau email : bukalayanan@protonmail.com setiap Senin hingga Jum’at pukul 10.00 s/d 17.00. Buka Layanan Qbukatabu menyimpan ceritamu menjadi rahasia kita berdua. (RR)

Portal pengetahuan dan layanan tentang seksualitas berbasis queer dan feminisme. Qbukatabu diinisiasi oleh 3 queer di Indonesia di bulan Maret 2017. Harapannya, Qbukatabu bisa menjadi sumber rujukan pengetahuan praktis dan layanan konseling yang ramah berbasis queer dan feminisme; dan dinikmati semua orang dan secara khusus perempuan, transgender, interseks, dan identitas non-biner lainnya.

0 comments on “Merdeka dari Patah Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: