Buka Perspektif

Bumikan Ide, Namakan Pengalaman

Tabumania, sudah sejauh mana kita mampu menyampaikan ide dan pengalaman kita tentang seksualitas? Apakah kita akan direspon dengan kening berkerut atau alis mata yang naik saat kita menyebut kata seks atau seksualitas? Apakah kita akan ditanya-tanyai dengan nada nyinyir dan curiga atau didengarkan dengan seksama? Lalu, bisakah kita menjelaskan ide dan pengalaman tersebut saat orang-orang semakin penasaran karenanya?

Ide dan pengalaman tentang seksualitas jadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Seperti dua sisi mata uang, keduanya sangat berkaitan. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain. Ide tentang dunia yang bebas kekerasan terhadap perempuan dan transgender, misalnya, muncul dari kondisi sehari-hari yang membiasakan pengalaman mereka tenggelam begitu saja sehingga menjadi tidak dikenali. Jika sudah tidak dikenali, maka akan dianggap tidak ada. Hasilnya? Kita jadi sulit memberikan nama pada pengalaman perempuan dan transgender. Sementara itu, jika kita mampu mengenali dan menamakan pengalaman tersebut, kita sedang membangun jembatan pengetahuan: bahwa situasi yang dihadapi oleh perempuan dan transgender nyata hadir disekitar kita, hanya saja seringkali kita tidak suka, tidak peduli, atau tidak menyadari keberadaannya.

Bulan ini merupakan edisi khusus karena Qbukatabu genap mencapai usia satu tahun! Satu tahun Qbukatabu menjadi langkah awal untuk membumikan ide dan menamakan berbagai pengalaman seksualitas. Satu tahun juga menyisakan catatan penting: bahwa ide dan pengalaman seksualitas berkembang sangat cepat dan punya banyak lapisan. Dengan begitu, pertanyaan serupa di awal bagi Tabumania juga berlaku bagi tim Qbukatabu: sejauh mana Qbukatabu mampu menyampaikan ide dan pengalaman seksualitas perempuan, transgender, dan identitas non-biner lain dalam berbagai situasi kesehariannya bersama keluarga dan masyarakat?

Satu tahun Qbukatabu tidak akan bisa ada tanpa Tabumania. Segala kritik dan saran Tabumania itu sumber kekuatan bagi Qbukatabu. Jadi, mari rayakan satu tahun kebersamaan ini!

About Edith

Yulia Dwi Andriyanti, biasa dipanggil Edith. Salah satu penggagas Qbukatabu dan berperan sebagai Editor in Chief. Memiliki minat yang besar di topik feminisme, queer, gerakan sosial, keimanan, memori dan emosi kolektif, sosiologi, filsafat dan hak asasi manusia. Pecinta serial Fruitbasket, Little Prince, suka menyanyi, nonton film dan pertunjukan, bisa sedikit main gitar dan ukulele. Ingin terus menulis, termasuk di blog sendiri: queerinlife.blogspot.com

0 comments on “Bumikan Ide, Namakan Pengalaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: