Hal paling dinantikan saat bulan ramadan tentu saja saat-saat menunggu waktu buka puasa. Janjian buka bersama direncanakan jauh-jauh hari untuk sekadar bertemu dan memilih makanan yang akan dinikmati bersama. Pun tidak janjian untuk buka bersama bareng teman atau keluarga bisa juga menikmati waktu sendiri untuk berburu takjil dan makanan utama. Toh, menikmati waktu sendiri pun tidak masalah.
Nah, di antara banyak pilihan makanan, setidaknya akan ada yang dipilih. Entah karena rasanya, porsinya, atau faktor lain seperti kangen karena nostalgia makanan tersebut. Bisa karena kangen kampung halaman, rindu pernah mengunjungi daerah asal makanan tersebut, atau sekadar karena penasaran pengin nyobain.
Kali ini, redaksi qbukatabu.org mengajak Tabumania berkenalan dengan menu buka puasa yang berasal dari luar Jawa. Tentu saja tidak semua kami cantumkan. Makanya redaksi pun bertanya pada beberapa Tabumania dari luar jawa buat bagiin menu kesukaan mereka. Deretan makanan yang akan kami sebutkan adalah rekomendasi dari mereka. Siapa tahu selaras dengan Tabumania, yuk simak lebih lanjut.
Di Indonesia tradisi menu berbuka puasa sangatlah beragam. Di Jawa mungkin kita mengenal kolak. Tidak lupa gorengan. Di luar Jawa makanan tradisi untuk berbuka juga tidak kalah menggoda.
Misalnya di Sulawesi Selatan ada Pisang Ijo, makanan yang terbuat dari pisang dibungkus dengan dadaran kulit hijau yang disajikan dengan kuah kental yang dibuat dari santan, ditambah bubur sumsum, sirup dan es batu. Kalau kata B, kawan kami dari Makassar, Es Pisang Ijo adalah makanan paling populer saat buka puasa.

Pisang Ijo khas Makassar itu harus menggunakan pisang raja yang matang jadi manisnya pas. Tepung yang digunakan untuk membalut pisangnya yang warna hijau itu menggunakan tepung beras. Sedangkan warna hijaunya dari daun sari pandan (suji) asli. Perpaduan yang pas menjadikan Pisang Ijo itu kenyal dan aromanya wangi. Lalu alanya juga terbuat dari santan, bukan susu jadi rasanya gurih santan. Kemudian menggunakan sirup pisang Ambon yang susah ditemukan di daerah lain. Pisang Ijo khas Makassar dan di daerah lain itu beda.
Selain pisang ijo, makanan yang wajib ada adalah Jalangkote. Makanan dari Makasar ini mirip kue pastel. Namun, Jalangkote kulitnya lebih tipis. Isinya wortel, kentang, dan taoge. Ada pula yang diisi telur rebus atau daging cincang. Disajikan dengan saus yang terbuat dari cabai dan cuka.

Ada juga Barongko. Makanan ini terbuat dari pisang yang masak atau matang sekali. Lalu dicampur santan, telur, dan gula sedikit. Rasa manis dominan dari pisangnya. Sehingga bagi orang yang tidak terlalu manis, mungkin makanan ini akan selaras. Yang menjadikan Barongko makin khas adalah saat dikukus, makanan ini dibungkus daun pisang sehingga aromanya sangat wangi menggugah selera.

Tabumania udah ngiler belum nih? Baru satu daerah lho ini hahaha,
Oke, lanjut ke Sumatera Barat ada Es Tebak. Kalau kata R dari Payakumbuh, Es Tebak terbuat campuran cincau, agar-agar, buah nangka, tape, tebak, dan roti. Tebak ini mirip cendol, tapi berwarna putih dan dibuat dari campuran beras ketan dan tepung sagu. Katanya rasanya segar dan manis, sangat cocok untuk menu pembuka saat berbuka puasa.

Menu selanjutnya ada Lamang Tapai, terbuat dari beras ketan dalam bambu untuk proses pembuatannya. Lalu saat penyajian diguyur ketan hitam yang telah difermentasi sehingga rasanya manis dan juga sedikit asam dari kuahnya.

Kedua menu tersebut menurut R selain rasanya yang autentik juga mengingatkannya dengan kenangan rumah dengan keluarga terutama saat momen ramadan.
Sekarang kita ke Sumatera Selatan yang membawa kita dengan makanan kesukaan J dari Palembang yaitu Srikayo. Menurutnya Srikayo bahan dasarnya telur, gula, santan dan pandan. Mirip pudding biasa dimakan dengan kondimen lain seperti ketan dan roti. Srikayo ini manis dan creamy, tapi manisnya gak yang bikin giung (manis banget). Srikayo sangat cocok dijadikan takjil saat ramadan.

Selain Srikayo, J juga merekomendasikan Pempek Kukus, yak gak salah baca, Pempek Kukus bukan goreng yang mungkin kita lebih familiar. Kata J, di Palembang dan sekitarnya untuk keseharian lebih suka mengonsumsi Pempek Kukus karena lebih gampang, teksturnya lebih lembut sehingga gak bikin sakit tenggorokan. Hanya saja Pempek Kukus yang lembut di mulut ini hanya berlaku ketika Pempeknya benar-benar terbuat dari ikan bukan hanya tepung saja. Ia merekomendasikan Pempek Kukus itu yang jenis keriting dan pempek telur (bukan kapal selam, karena kapal selam memang khusus goreng, sedangkan pempek telur versi kecilnya).

Selanjutnya kita ke Kalimatan Timur, ada N yang merekomendasikan Amparan Tatak, makanan manis ini kreasinya lumayan banyak, ada yang terbuat dari ketan, tepung beras dan gula merah. Ada juga yang kreasinya menggunakan pisang. Bentuknya pun beragam.

Sementara itu V dari Bali merekomendasikan makanan khas untuk berbuka di Bali yaitu Pisang Rai. Makanan ini berbahan pisang yang dibalut tepung ketan, dikukus lalu disajikan dengan kelapa parut. Kata V rasa manis dari pisang berpadu dengan gurihnya kelapa parut membuat makanan ini populer di berbagai kalangan. Pisang Rai sangat cocok dengan konsep yang banyak kita kenal yaitu berbuka dengan yang manis.

Jadi, gimana Tabumania? Di antara beberapa jenis makanan yang disebutkan adakah yang sudah pernah mencobanya? Atau justru penasaran ingin mencoba dan berburu takjil makanan-makanan tersebut? Atau bisa juga berbagi makanan takjil khas daerah Tabumania, jadi kami maupun Tabumania lain juga jadi tahu makanan khasnya. Yuk, saling berbagi info makanan khas daerah masing-masing di kolom komentar!

0 comments on “Yuk! Intip Menu Buka Puasa dari Luar Jawa”