Buka Akses

Ngelola Rasa Was-Was bagi Pekerja Lepas

Tabumania, pada ingat gak sih dulu waktu kecil suka ditanyain sama guru atau orang dewasa “kalau gede mau jadi apa?”. Terus kita berlomba-lomba jawab: jadi dokter, polisi, pilot, dan berbagai jenis pekerjaan yang dirasa bakal punya banyak uang. Terus nih ya, mungkin sebagian besar Tabumania pernah ngerasain pas mau milih jurusan kuliah, pasti ada pertimbangan ambil satu jurusan karena “jelas” lapangan kerjanya, iya gak?

Masalah pekerjaan ini udah jadi semacam hantu disepanjang hidup kita, mulai dari kecil sampe kita dewasa. Rasanya kalau belum punya pekerjaan atau penghasilan, harkat martabat terhina gimana gitu… Belum lagi kalau pas lebaran dan keluarga pada ngumpul, beuuh! Yang ditanyain gak jauh-jauh dari: “kerja dimana? Gajinya sekarang berapa? Kok belum nikah?”. Walah dalah…entah karena hal ini emang udah membudaya atau kepo aja gitu pengen tau hidup orang lain.

Dalam diri sendiri kadang ada nih rasa-rasa kaya gak PD atau malu kalau ditanya kerjaannya gak wow gitu. Misalnya, bagi Tabumania yang masih nyari peluang kerja, yang kerjanya bukan Pe eN eS atau yang gajinya nggak tetap dan nggak gede, pasti agak gimana gitu ya kalau ditanya soal kerjaan dan gaji. Anugerah banget buat kamu-kamu yang terlahir dengan level nyinyir bawaan pabrik, tentunya bisa langsung ngomong kalau kamu gak suka ditanyain soal itu. Nah, yang alemong itu ya pas kamu ditanyain, tapi gak sanggup banget buat ngebahas dan nggak bisa juga bilang kalau kamu sebenarnya gak suka ditanyain itu. Akhirnya, jadi kepikiran sendiri dan was-was ga jelas tiap ketemu orang lain, kaya ada rasa gak aman aja gitu.

Apalagi di jaman kopet sembilan belas ini, deuh pasti makin banyak orang yang ngerasa was-was kalau udah ngomongin soal kerjaan dan penghasilan. Di zaman serba gak pasti ini, rasa nggak percaya diri soal kerjaan bukan cuma ada di orang-orang yang nggak punya pekerjaan. Orang yang udah punya kerjaan tetap dan gaji yang besar pun jadi kena imbasnya karena bisa jadi hari ini kamu masih punya pekerjaan, eh besoknya jadi pengangguran. Atau bulan lalu gajimu masih cukup hidup hedon foya-foya jajan sana sini, eh bulan depan cuma ngepas buat jajan odading yang rasanya anjim banget.

Tabumania, rasa nggak aman dalam bekerja ini namanya job insecurity atau kondisi ketidakamanan kerja. Kalau kata Smitson dan Lewis dalam tulisan Is Job Insecurity Changing the Psychological Contract? yang dipublikasi tahun 2000, ketidakamanan kerja ini diartiin sebagai kondisi psikologis seseorang yang nunjukin rasa bingung atau ngerasa gak aman karena lingkungan yang berubah-ubah. Salah satu yang terkena imbas adalah para freelancer atau pekerja lepas. Seorang pekerja lepas setiap bulan belum tentu memiliki jumlah klien yang pasti. Di saat kopet sembilan belas, jumlah klien semakin nggak pasti. Alhasil, jumlah penghasilan juga makin nggak nentu. Hal ini bisa memicu kecemasan bagi para freelancer

Terus gimana donk kalau kita udah kadung ngerasa gak aman? 

Seperti yang dikutip https://tirto.id/fBfg dari laman Help Guide, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan gara-gara situasi nggak nentu ini. Nih, beberapa diantaranya:

1. Terima keadaan dan hadapi kecemasan. Ketika Tabumania ngerasa sedih, cemas, dan khawatir, itu wajar kok! Kondisi kehilangan pekerjaan atau klien ketika kopet sembilan belas nggak bisa ditolak. Nggak apa-apa kok merasa sedih. Namanya juga kehilangan kan cin, nggak ada salahnya ngasih waktu buat diri sendiri buat meratap dan menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Memanglah itu gak ngenakin banget, tapi usahain jangan menyangkal atau pura-pura bahagia karena itu bakal bikin rasa nggak enaknya makin parah dan pastinya bikin capek. Bayangin, dalam hati merana tapi berusaha nampilin senyum sumingrah, alemong. Jadi, kasih waktu bagi diri sendiri untuk beradaptasi dengan keadaan baru.

2. Terbuka ke orang lain. Nggak apa merasa malu karena kehilangan pekerjaan atau klien. Namun, perlu diingat lo, interaksi sosial jadi salah satu obat stres yang baik. Berterus terang tentang kondisi yang dialami kepada orang terdekat dan meminta orang lain mendengarkan bisa jadi solusi tanpa Tabumania sadari, bahkan bisa jadi sistem pendukung buat bercerita dan berbagi beban perasaan. Dengan terbuka ke orang lain, Tabumania bisa nambah relasi atau ngembangin  jaringan pekerjaan yang nggak diduga. 

3. Lakukan aktivitas baru dan olahraga. Sembari terus nunggu kabar berbagai lamaran sana-sini atau peluang-peluang yang udah Tabumania cobain nih, nggak ada salahnya berolahraga, ngasah hobi yang belum sempat dikerjain sebelumnya karena kesibukan pekerjaan, atau gabung dengan organisasi sosial. Olahraga bisa nurunin tekanan stres yang Tabumania rasakan. Tetapin jadwal olahraga setiap hari alih-alih larut mikirin masalah atau kehilangan pekerjaan yang dialami. Selain itu, belajar hal baru dan ngelatih fokus untuk tetap punya aktivitas di masa tunggu bisa bikin Tabumania juga nggak syok karena tiba-tiba nggak ada aktivitas.

Nah, kalau Tabumania bisa ngelola rasa was-was itu, bisa lebih jernih mikirin tentang cara ngatur keuangan dan penghasilan freelancer di masa kopet sembilan belas ini. Ini beberapa tips yang bisa dilakuin Tabumania:

1. Evaluasi Pengelolaan Keuangan. Sebagai freelancer, pendapatan setiap bulan bisa nggak tetap. Kadang nggak ada pemasukan sama sekali, kadang pemasukan bejibun. Ingat juga, nabung untuk dana darurat itu penting. Kebanyakan dari kita, nabung itu uang sisa di akhir-akhir, itu pun kalau ada lebih. Coba deh kalau logikanya dibalik. Pas Tabumania dapat pemasukan, selain buat bayar tagihan atau memenuhi hidup sehari-hari, sediain juga bagian yang langsung masuk dana darurat. 

2. Kelola Klien dan Cari Klien Baru. Usahain tetap jalin kontak dengan klien Tabumania yang sekarang masih ada ya. Bisa jadi klien memotong feeatau nunda pencairan invoice yang bikin penghasilan menurun. Jadi, Tabumania juga perlu mencoba mencari klien baru dan menyesuaikan jenis jasa atau produk yang ditawarkan sebagai alternatif sumber pemasukan lain. 

Ada satu hal yang paling sering dilupain sama orang-orang yang udah punya kerjaan atau belum punya kerjaan, yaps meng-upgrade keahlian. Kamu boleh aja cumlaude atau pintar banget, tapi Tabumania zaman ini berkembang. Makin hari makin canggih sampe ke antah berantah. Kita mesti ningkatin atau perbanyak keahlian karena akan buka banyak peluang diberbagai bidang. Kalaupun kamu suka banget ngerjain satu hal, belajar aja terus biar Tabumania ahli di bidang itu.

Buat Tabumania yang mau cerita-cerita, curhat atau membutuhkan akses konseling bisa loh menghubungi Buka Layanan setiap Senin-Jumat melalui pesan WhatsApp di +62-853-1436-4084 atau kalau menurut kamu WhatsApp terlalu personal, kamu bisa mengirimkan email melalui bukalayanan@protonmail.com. Nce yang sedang bertugas bakalan menjawab pesan kamu setiap Selasa dan Jum’at pukul 09.00 – 15.00 WIB. Buka Layanan menjaga ceritamu menjadi rahasia kita berdua (RR dan DKP)

0 comments on “Ngelola Rasa Was-Was bagi Pekerja Lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: