Buka Layar

Dampingi dan Yakinkan Penyintas Kekerasan Seksual Tidak Sendirian

Tahukah Tabumania bahwa setiap 2 jam ada 3 perempuan mengalami kekerasan seksual di Indonesia? Tak hanya di dalam lingkup rumah tangga, namun juga di ranah komunitas, dimana satu individu tidak memiliki hubungan darah, kekerabatan ataupun perkawinan dengan individu lainnya. Kekerasan di ranah komunitas mencapai 3.092 kasus dengan kekerasan seksual menempati peringkat pertama sebanyak 2.290 kasus (Komnas Perempuan, 2017).

Data tersebut menunjukkan bahwa setiap perempuan rentan mengalami kekerasan seksual baik yang dilakukan orang yang tidak dikenal hingga lingkaran terdekat. Kebanyakan korban kekerasan seksual tidak mengungkapkan hal yang terjadi pada mereka. Kekerasan seksual tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga harga diri. Rasa malu dan takut korban untuk mengungkapkan kekerasan seksual yang dialaminya terjadi karena budaya menyalahkan korban yang masih tinggi. Seringkali korban disalahkan karena pakaian yang dikenakannya atau masih berada di luar rumah pada tengah malam.

Kekerasan seksual pun sering dianggap aib. Kebanyakan korban kekerasan seksual memilih bercerita dengan teman terdekat atau sebaya dibandingkan bercerita dengan keluarga. Namun, ketika korban mampu menceritakan kekerasan seksual yang dialami, justru bisa membuat kasus terkuak. Seperti pada kasus Agni, seorang mahasiswi yang memperjuangkan haknya setelah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan sesama peserta KKN. Atau juga kasus yang dialami Ibu Nuril, seorang guru honorer yang mengalami kekerasan seksual yang dilakukan kepala sekolah tempat ia bekerja. 

Pernahkah Tabumania menjadi tempat curhat atau mendengar cerita dari orang yang mengalami kekerasan seksual? Ini jadi momen penting karena keberanian mereka mengungkapkan kekerasan seksual yang dialami menjadi proses yang dapat membantu mereka keluar dari rasa sendirian dan tidak berdaya. Dari korban menjadi penyintas. Untuk itu, yuk simak beberapa hal yang bisa Tabumania lakukan ketika menghadapi situasi tersebut :

  1. Dengarkan Penyintas

Ketika seseorang bercerita bahwa ia mengalami kekerasan seksual, itu artinya kamu adalah orang yang dipercayainya. Mungkin saja saat itu Tabumania ikut merasa sedih, marah dan ingin tahu apa yang terjadi padanya, bagaimana hal tersebut bisa terjadi, kapan, di mana, dan siapa pelakunya. Namun, sebaiknya Tabumania menahan diri untuk mengajukan berbagai pertanyaan, apalagi menghakiminya. Tahan sejenak emosimu ketika mendengar ceritanya. Biarkan penyintas bercerita dan meluapkan perasaannya. Jika ia menangis maka biarkan ia menangis. Tidak perlu terburu-buru menghentikan tangisannya. 

2.   Temani Penyintas 

Wajar jika setelah kejadian itu, penyintas merasa tidak aman dan tidak nyaman saat sendirian. Disisi lain, mungkin banyak orang yang ingin tahu tentang kejadian yang dialaminya dan membuatnya tidak nyaman dengan berbagai pertanyaan yang tertuju padanya. Kesediaanmu untuk menemani akan sangat membantunya melewati masa tersebut. Tidak jarang ada anggota keluarga sekalipun ikut menyalahkan atau menghakimi yang bisa saja membuatnya depresi atau bahkan mencoba bunuh diri. Jadilah pendukung dan penyemangatnya. Jika ia berada dalam keadaan dimana jiwanya terancam, maka Tabumania bisa mencarikan tempat yang aman seperti rumah teman atau organisasi yang melakukan pendampingan kekerasan seksual. Keberadaan organisasi yang mendampingi ini juga bisa membantu untuk mengkomunikasikan masalah yang sedang dihadapi penyintas kepada keluarganya.

3.    Percaya Keputusan Penyintas

Agar korban mampu bangkit dari kekerasan seksual, maka membantu agar ia dapat kembali mendapatkan kekuatan untuk mengontrol hidupnya sendiri menjadi sangat penting. Kebanyakan korban kekerasan seksual mengalami kesulitan membuat keputusan karena pikirannya masih berkecamuk. Di saat itulah, berikan saran-saran sebagai bahan pertimbangan. Misalnya apakah dia harus melaporkan kasusnya ataukah mencari pertolongan lebih lanjut ke konselor. Biarkan ia mempertimbangkan dan memutuskan dengan hati-hati tentang langkah terbaik apa yang perlu dilakukan. Meskipun pilihannya berbeda dengan apa yang ada di pikiranmu, ingatlah bahwa ia yang lebih tahu proses seperti apa yang lebih sehat untuk ia jalankan.

4.     Secara Konsisten Tunjukkan Dukungan pada Penyintas

Seiring berjalannya waktu, kondisi penyintas kekerasan seksual terlihat membaik. Namun, bukan tidak mungkin ia kembali terpuruk atau bahkan mengalami keadaan yang lebih buruk dibandingkan saat pertama mengalami kejadian tersebut. Oleh karena itu, upayakan untuk tetap menunjukkan dukungan Tabumania agar ia tidak merasa sendiri. Dukungan tersebut bisa ditunjukkan melalui hal-hal sederhana, seperti menyapanya melalui pesan singkat atau mengunjunginya sesekali

5.     Jangan Lupa pada Dirimu

Menemani teman, kerabat atau keluarga yang mengalami kekerasan seksual memang akan menguras emosi, bahkan berpengaruh terhadap kondisi fisikmu. Oleh karena itu, Tabumania juga tetap penting memperhatikan kesehatan mental dan fisik selama masa pendampingan. Tetap jaga pola dan kualitas makan, olahraga, jalani hobi dan kesenanganmu!

Tabumania, kekerasan seksual menyerang baik fisik dan psikis, membuat orang yang mengalaminya merasa kehilangan harga diri serta berpotensi meninggalkan luka yang sangat dalam. Tabumania mungkin tidak bisa menghapus lukanya, tapi keberadaanmu bisa menjadi penyemangatnya untuk bangkit dari keterpurukan.

Jika Tabumania enggan bercerita dengan orang yang ada dilingkunganmu, kamu boleh menghubungi Buka Layanan Qbukatabu. Buka layanan Qbukatabu dapat diakses melalui whatsapp : 085314364084 atau email : bukalayanan@protonmail.com setiap hari Senin – Jumat pukul 10.00 s/d 17.00. Buka Layanan Qbukatabu menyimpan ceritamu menjadi rahasia kita berdua. (RR)

Buka layanan hadir untuk menjadi ruang bagi Tabumania untuk mendapatkan infornmasi dan berbagi cerita tentang permasalahan yang dihadapi oleh Tabumania, melalui layanan konseling yang ramah. Tabumania bisa mengakses #BukaLayanan melalui e-mail (bukalayanan@protonmail.com) atau WhatsApp (0853 1436 4084) pada hari Senin s.d Jumat pukul 10.00 s.d 17.00.

0 comments on “Dampingi dan Yakinkan Penyintas Kekerasan Seksual Tidak Sendirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: