Buka Layar

Musik adalah Hidupku

 Namaku Yagis. Aku lahir di  kota  kecil yang mana  masa saat itu di daerah tersebut  memiliki  persepsi mengenai anak perempuan  itu harus feminim dan gak boleh  jadi gaya lelaki karena dianggap melanggar syariat Islam. Nah ketika aku beranjak dewasa, aku tidak bisa menahan diri untuk mengekspresikan diri dan mengidentifikasi diri sebagai lelaki. Namun, aku menutupi diri. Aku hanya membuka jati diri dimana aku bisa diterima dan nyaman yaitu bersama alm. ibu dan sahabatku.

Di umur aku yang beranjak remaja, aku sangat menyukai hobi musik dan menyanyi. Musik adalah hidupku dan gayaku. Karena yang menarik dari musik itu adalah mampu membuat semua mata orang terbius akan keindahan lagu dan syair-syair liriknya itu mampu membuat orang terpukau. Melalui musik kita bisa mengekspresikan diri kita dan sangat bahagia kalau kita mendengar lagu kita seperti terasa damai dan santai. Dan aku suka menciptakan lirik untuk laguku sendiri. Di tahun 2015 pertama kali aku menciptakan karya-karyaku yang berjudul : Mengharapkan Mu, lagu kedua Jatuh Cinta, lagu yang ketiga Rasa Ini. Di situ aku merasa bangga dengan bakat alami yang aku miliki. Dan yang paling membuatku terharu melihat alm ibuk bangga ketika mengatakan dan sambil tersenyum  β€˜β€™Nak kamu hebat, teruskan karyanya ya Nak, Ibuk bangga padamu Nak.β€œ Dari situ lah aku mulai menekuni hobi main gitar dan menciptakan lagu dengan jumlah 1 album yang mana karya sendiri.

Hanya saja dengan keadaanku sebagai seorang transmen, aku selalu mendapatkan komentar pro dan kontra. Kalau yang mendukung itu biasanya mendapat dukungan sahabat, keluarga dan teman-teman. Ada juga di berbagai kalangan masyarakat yang tidak melihat kami sebagai kekurangan atau penyimpangan. Sementara yang kontra atau tidak mendukung biasanya kami dikata-katain, waktu manggung dikatain. Kadang-kadang masyarakat juga tidak peduli dengan penampilan kita. Misalnya manggung di kafe-kafe, kadang-kadang pihak kafe tidak mempermasalahkan penampilan kami.

Di daerah tempatku tinggal yaitu kota Sigli  tidak terpungkiri komentar negatif  terhadap penampilanku, tetapi aku tidak mempedulikannya. Jadi, aku berkarya lewat sosial media yaitu Youtube, Instagram, dan Tik Tok. Aku mulai main Youtube itu tahun 2018. Sedangkan aku fokus main musik itu dari tahun 2015 dengan main band dengan teman teman transmen lainnya. Pada masa itu kami mengikuti lomba band antar daerah  pada saat itu kami masih sekolah SMA. Di situ kami mendapatkan juara 3, Kami sangat bersyukur karena di umur segitu dengan kondisi kami transmen semua, kami masih diterima untuk ikut lomba band tersebut. Di situ kami banyak mendapatkan dukungan dari keluarga, teman teman sekolah juga ikut menontonnya. Suatu kebanggaan tersendiri  bisa tampil di panggung besar kota Sigli.

Namun, banyak juga komentar yang gak sedap datang, ketika kami mulai tampil seperti melontarkan kata stigma negatif untuk kami. Kami dikatain sebagai kaum nabi luth lah dan berbagai kata kata kasar,  tapi kami tidak mempedulikannya. Untuk apa kami meladeni omongan orang yang tidak berpengaruh dalam hidup kami, karena kami sudah mendapatkan kebahagiaan dari apa yang kami mau yaitu dukungan dari keluarga dan teman teman itu sudah cukup bagi kami. Sayangnya band kami hanya bertahan 2 tahun karena kami sudah sibuk masing masing dengan kuliah.

Sekarang aku memutuskan untuk solo karir. Aku membuat konten biasa dengan nyanyi sambil main gitar lalu menggunakan handphone untuk merekam dan mengunggahnya. Aku tidak pernah menyerah untuk bermusik dan mengenalkan musikku. Sebagai musisi memang tidak mudah karena memerlukan biaya. Misalnya saat perjalanan musikku di 2018 saat itu aku memperoleh uang dari ibuk, kemudian aku menggunakannya untuk merilis lagu mulai dari pembuatan lagu, recording, dan pembuatan video klip itu banyak biayanya. Satu lagu itu biaya 1 juta, dan ada beberapa lagu, aku  bikin sekitar 3 lagu itu ciptaan sendiri. Selain itu ada beberapa recording lagu coveran (menyanyikan lagu orang lain) biasa 1 video 600rb agar kualitas nya bagus.  Nah, sekarang aku belum merilis lagu lagi karena prioritas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kuliah.

Aku selalu bersyukur apa yang terjadi kehendak yang di atas sudah mengatur yang terbaik untukku. Dan aku suka sedih ketika mengingat masa masa dengan ibuk. Ibuk meninggal pada 2019. Beliau itu sumber semangat, beliau itu kebahagiaan aku. Dan kesamaan kami hampir sama karnna beliau  itu seorang guru/dosen bahasa Indonesia, beliau suka bikin puisi sendiri dan hobby nya sama, sama sama suka menyanyi. Keinginanku saat ini harus lulus kuliah agar alm ibuk bangga denganku dan semoga kedepannya aku masih semangat dalam berkarya.

Harapanku sebagai musisi ke depannya, pengin masyarakat Indonesia, tidak memandang buruk transmen, tidak mengejek dan mengolok. Dilihat saja karyanya dan semoga ke depannya musik Indonesia menerima orang-orang sepertiku, seorang musisi transmen. Semoga masyarakat tidak memandang kami berbeda, tidak ada diskriminasi. Inilah kisahku sebagai seorang transmen yang suka bemusik, tapi masih dianggap sebelah mata. Sebenarnya yang tejadi di era yang sekarang banyak datang komentar dari netizen mengenai penampilanku, tapi aku tidak perduli.  Karena bagiku apapun yang kita lakuin itu tetap salah di mata orang yang tidak mengahargai kita. Jadi hal tersebut tidak masalah bagiku. Yang terpenting, aku masih bisa hidup dan berkarya tanpa harus merugikan orang lain.

Artikel ini ditulis oleh Yagis.

Yagis adalah peserta AKSARA (lokAKarya penuliSAn beRsama media Alternatif)

Unknown's avatar

Portal pengetahuan dan layanan tentang seksualitas berbasis queer dan feminisme. Qbukatabu diinisiasi oleh 3 queer di Indonesia di bulan Maret 2017. Harapannya, Qbukatabu bisa menjadi sumber rujukan pengetahuan praktis dan layanan konseling yang ramah berbasis queer dan feminisme; dan dinikmati semua orang dan secara khusus perempuan, transgender, interseks, dan identitas non-biner lainnya.

2 comments on “Musik adalah Hidupku

  1. Herga Ragellber's avatar
    Herga Ragellber

    Untuk Yagis, semangat terus ya… Ibumu selalu ada di dalam hatimu,, saya juga transmen, harus tetap kuat dan punya tujuan hidup. Capai itu, πŸ‘πŸ‘

    Like

  2. ian turner's avatar

    Tulisannya enak dibaca dan isinya berbobot, terima kasih sudah berbagi

    Like

Leave a comment